Muka jerawat batu,jeragat,jerabat,parut, hilang dalam masa 2 minggu sahaja
Powered by MaxBlogPress  

Si Malin Kundang yang Enggan Menonjolkan Diri

Posted on June 23, 2006
Filed Under online biz |



Caption: Santai saja. Cuma dari apa yang gua lakuin, kalau gua jelek, orang bilang sayang ya bapaknya bagus, anaknya gitu…
Ia menolak menyebutkan contoh paras gadis idamannya dengan mencomot nama artis Indonesia.

“COGAN (cowok ganteng) apaan? Gua nggak keren. Mau dipaksa keren kayak gimana juga, ya begini doang adanya.” Pesan pendek SMS bernada ceria itu diterima Bintang pekan lalu, saat bikin janji wawancara dengan Fachry Albar. Cowok ganteng yang melakonkan tokoh legenda Malin Kundang dalam sinetron Malin Kundang, yang menghadirkan pula Desy Ratnasari dan Alya Rohali, mengudara di SCTV setiap Selasa malam pukul 20.00 WIB.

Sampai akhirnya cowok kelahiran Jakarta 15 November 1981 itu nongol ke redaksi Bintang. Kesan pertama yang muncul, dia terlampau merendah. “Kasih ponten 9,” teriak rombongan karyawati Bintang yang kebetulan berpapasan dengan Fachry. Itu nilai mereka buat sosok Fachry yang tinggi tubuhnya 180 cm. Fachry mengaku tidak suka terkesan menonjolkan diri. Hal itu tercermin saat mengisi biodata kolom desainer dan parfum favorit. Ia baru mau menuliskannya setelah Bintang meyakinkan tidak akan menuliskannya di artikel.

Penggemar musisi Led Zeppelin, Leonardo DiCaprio, dan Wynona Rider ini tidak sekadar mengobral kata. Awalnya, pencari bakat berkenalan dengan dirinya di sebuah pusat perbelanjaan, ia tidak membuka dirinya bagian dari keluarga pesohor. “Nggak ada yang tahu saya anak siapa. Saya pun tidak mengatakannya pada pencari bakat itu,” tutur Fachry.Wajahnya yang Indo makin menyamarkan identitasnya sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, hasil pernikahan Achmad Albar dengan mantan istrinya, Rini S. Bono. Sekaligus pula kemenakan bintang senior Camelia Malik. Minat Fachry waktu itu cenderung ngeband dan kebetulan punya grup band sendiri. Selama setahun, pencari bakat itu tak putus asa membujuknya. Saat itu dia masih bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Selatan. Atas dorongan ayah-ibunya dan teman-teman dekatnya, akhirnya dia tergelitik mencoba. “Kebetulan waktu itu saya sudah berhenti kerja. Kegiatan utama hanya ngeband, jadi banyak waktu luang. Alasan itulah saya menerimanya. Mama berkali-kali mendorong saya menerima tawaran sinetron. `Kamu tuh nggak bisa menipu darah seni dalam dirimu` begitu kata Mama. Apalagi pas ia tahu sinetronnya, Malin Kundang. Perannya kuat. Bagus buat akting saya,” cerita lelaki Scorpio ini, lebih lanjut. Singkat kata, kontrak diteken. “Tapi setelah itu saya tambah duuung! Mulai terpikir tanggung jawab. Orang bakal melihat akting saya gimana, gimana,” lulusan Valley Forge Military College Pennsylvania jurusan Bisnis tahun 2000 ini mengingat ulang kejadian November setahun silam. Diakuinya sifatnya yang menggampangkan sesuatu membuatnya tidak membaca skrip di awal-awal syuting. Episode 1 dilakoninya tanpa menghafal dialog skenario. Datang ke lokasi, ia mengaku deg-degan, grogi. “Langsung berhadapan dengan Desy Ratnasari pula,” ia mengingat-ingat. Desy berperan sebagai ibunya. Untungnya tak banyak NG (singkatan No Good, artinya adegan tidak bagus dan harus diulangi). “Tapi lebih kacau, pas ambil adegan ke-11, di hari pertama syuting lho. Karena semalamnya ngeband, kurang tidur, saya belum menghafal dialog,” tutur Fachry. Niat menghafal dialog, yang terjadi justru ia ketiduran. Panggilan syuting membangunkannya. “Gua belum hafal sama sekali. Itu scene paling susah. Dialognya paling panjang. Di situ gua groginya gila-gilaan. Dilihati banyak orang pula,” ia mengenang scene tentang ambisi Malin ke Jakarta yang ditentang ibunya. Sejak itu Fachry sadar. Pesan ayahnya, Achmad Albar, agar berakting maksimal mencambuknya untuk berbenah diri.

Malin Kundang dalam gambaran Fachry, seorang yang tidak mau peduli orang lain. “Yang dipikirkan hanya diri sendiri. Apa saja ia tempuh demi kekuasaan karena dendamnya pada kehidupannya yang terhina di masa lalu. Sampai kemudian, ia lupa diri dan tidak mau mengakui masa lalunya,” lontarnya. Yang ia kagumi dari Malin adalah ambisi meraih sesuatu. “Itu patut ditiru. Untuk durhakanya, tidak. Karena dasarnya Malin Kundang bukan orang baik,” tegasnya.

Perceraian Achmad Albar dengan Rini S. Bono tak memengaruhi Fachry yang ketika itu masih duduk di kelas 5 SD. Sampai kini, ia terkadang tidur di rumah ayahnya, terkadang bersama ibunya yang menikah lagi dengan pengusaha Ricardo Gelael. Hubungan Fachry dengan pria yang dipanggilnya daddy itu akrab sejak dulu. Menurutnya, daddy suka menyaksikan sinetron pertamanya itu. Masih diingat Fachry masa adaptasi pertama dulu. “Daddy tidak akan menoleh jika dipanggil Om. `Panggil daddy dulu katanya`,” Fachry mengenang tertawa. Itulah kepandaian Ricardo dalam membina hubungan dengan ketiga anak dari perkawinan Rini sebelumnya. Bukti keharmonisan tampak juga dari bola mata Fachry yang berbinar menulis nama adik bungsunya, M Sean Gelael yang lahir hasil pernikahan Rini dengan Ricardo. “Wah, dia paling gua sayang banget nih!” katanya bangga tanpa menyebutkan alasan apa pun.

Setelah sinetron, Fachry berniat melebarkan sayap ke layar lebar, iklan juga musik. “Peran apa saja saya mau coba. Kalau di iklan, saya kepengin yang bergaya cool,” bilang bujangan yang dulu sekali pernah main di sinetron Camelia, sepanggung dengan tantenya, Camelia Malik. Untuk musik, ia dan abangnya, Fauzy Albar, sudah mendirikan grup band dan sedang persiapan rekaman. Fachry sebagai dramer, sedangkan Fauzy vokalisnya. Tapi Fachry sekali lagi merendah hati. Enggan bicara banyak. Alasannya, takut ngomong ke mana-mana, nantinya malah gagal orbit. Pastinya, Achmad Albar lebih banyak bertindak sebagai penasehat. “Papa tidak mau ikut campur. Beliau memberi kebebasan penuh kami bermusik,” ungkap penggemar berat film-film keluaran Hollywood ini.

Soal pacar? Berkali-kali Fachry bilang, dia sedang tidak punya. Padahal tipenya simpel. “Siapa saja yang gua ketemu, asal tek di hati,” ceplosnya. Ia menolak menyebutkan contoh paras gadis idamannya dengan mencomot nama artis Indonesia. Fachry mencoba berhati-hati. Pasalnya, banyak yang mengira ia pernah pacaran dengan salah satu artis muda sinetron. “Suer tidak pernah sama sekali,” bantahnya berulang kali. Tampangnya serius. Agar Bintang jelas gambaran wajah perempuan yang dia sukai, dipilihnya satu nama. “Wynona Rider! Lalu, sifatnya tidak manja-manja gitu dan selalu bikin gua bertahan di hatinya,” ucapnya sembari senyum-senyum penuh arti. Daftar ah, hehehe. * funny

Artikel berkaitan

Comments

2 Responses to “Si Malin Kundang yang Enggan Menonjolkan Diri”

  1. mustafa on June 25th, 2006 12:36 pm

    malin kundang semakin banjingan.

  2. apy on August 15th, 2007 3:27 am

    malin kundang buduh…sengaja cari penyakit nak mampus…derhaka ngan maknya..nak mampus ke???????

Leave a Reply





This blog uses the CommentLuv plugin which will try and parse your sites feed and display a link to your last post, please be patient while it tries to find it for you.