Pergggh besarnya payudara dan pejal, apa rahsianya...klik sini
Powered by MaxBlogPress  

Siapakah yang ketagih Seks?

Posted on April 22, 2008
Filed Under isu panas |



‘Kecanduan Seksual’, Apakah Itu?

‘Kecanduan’ seksual bisa jadi sangatlah mengganggu bagi sebagian orang,
namun hal itu masih bisa diatasi oleh sang ‘penderita’ kelainan
tersebut maupun bagi pasangannya. Seorang psikoterapi Paula Hall
menjelaskan lebih jauh mengenai kelainan tersebut dan apa yang harus
Anda lakukan jika hal itu terjadi pada Anda.

Apakah ‘kecanduan’ seksual itu?

Para ahli menyimpulkan bahwa
kecanduan seksual adalah aktifitas seksual yang kemudian menjadi tak
terkontrol. Kecanduan terhadap seks memaksa si ‘penderita’ untuk selalu
mencari peluang dan bisa berhubungan seksual tiap saat, yang bisa
berpengaruh terhadap diri sendiri, hubungan sosial dan lingkup
pekerjaan.

‘Kecanduan’ seksual bisa terlihat dalam berbagai bentuk, namun biasanya dikategorikan sebagai sikap ‘lepas kontrol’, seperti :

- ketertarikan berlebihan terhadap hal-hal yang berbau ‘pornografi’
- keinginan untuk selalu melakukan masturbasi
- berusaha keras untuk mendapatkan pemuasan seksual tiap saat
- selalu ingin menunjukkan sikap yang ‘berbau’ porno
- suka memamerkan ‘aurat’ atau bagian yang sensitif
- terbiasa melakukan hubungan seksual yang beresiko
- kebiasaan ‘jajan’ dengan banyak wanita/pria
- ber fantasi seksual melalui telepon atau cyber-sex
- selalu tak puas dengan satu pasangan (selingkuh)
- dan kelainan seksual yang lainnya

Seks
dapat menjadi satu ‘ketergantungan’ sama halnya saat Anda tergantung
pada alkohol dan minuman keras lainnya. Selama melakukan hubungan seks,
tubuh kita menghasilkan satu reaksi kimia yang membuat kita merasa
‘nyaman’ dan tenang.

Beberapa orang menjadi kecanduan terhadap
‘khasiat’ dari reaksi kimia ini dan menjadi terobsesi untuk selalu
mendapatkan sensasi seks yang lebih tinggi lagi. Dan tubuhpun terbiasa
dengan reaksi kimia ini, sehingga para ‘pecandu’ itu selalu berusaha
untuk mempertahankan kegiatan seksualnya, agar mendapatkan ‘kondisi’
yang telah terbiasa itu.

Namun, antara ketergantungan terhadap
seksual yang tinggi dan pemenuhan atas reaksi kimia ini sering tak
seimbang, sehingga menyebabkan penurunan sikap mental. Hal ini sering
ditunjukkan dengan adanya perasaan malu, menyesal dan keinginan seksual
yang terus menggebu.

Para penderita selalu merasa sendiri,
terisolasi dan tak punya kekuatan untuk merubah kebiasaannya itu. Dan
saat mereka menghadapi ’siklus’ tersebut, mereka kembali mencari
’solusi’ melalui permainan seks, untuk menghindari perasaan-perasaan
yang tidak mengenakkan tersebut. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Menurut
satu perkiraan yang konservatif, antara tiga hingga enam persen dari
populasi dunia menderita kecanduan seksual, namun dalam kenyataannya
jumlah itu bisa jadi lebih tinggi lagi. Saat kecanduan bercampur dengan
perasaan malu, para penderita selalu merasa susah untuk melepaskan diri
mereka dari masalah tersebut. (Sumber: Dr. Carne, seorang pakar
seksologi Amerika)

Tak ada profile atau ciri khusus mengenai
ketergantungan seksual. Para penderita bisa mengalami hal tersebut dari
berbagai kehidupan yang mereka jalani dan kurang lebih sebanyak 20
persen penderitanya adalah kaum wanita. Para wanita bisa jadi mengalami
masalah serius, saat mereka merasakan satu tingkah lagu seksual yang
begitu ‘menggebu’ untuk segera dipenuhi.

Sejak menembus dunia
cyber, dengan segala jasa pelayanan seksual secara murah dan tak begitu
jelas sumbernya, para profesional telah mengamati satu peningkatan yang
luar biasa mengenai kecanduan seksual ini. Dan dengan layanan yang
terbatas bagi para ‘penderita’-nya, permasalahan tentang kecanduan
seksual itu akan terus bertambah.

Dr. Patrick Carnes, salah satu
ahli di bidang perlaku penyimpangan dan kecanduan seksual, mengatakan
bahwa ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai tentang kecanduan
seksual, yakni:

1. Merasa bahwa tindakan Anda mulai tak terkontrol

2. Merasa tak mampu untuk menghentikan sikap kita, walaupun tahu tentang segala konsekuensi atas tindakan Anda tersebut

3. Kecenderungan untuk melakukan aktifitas seksual yang merusak / beresiko tinggi

4. Suka berfantasi seksual untuk memenuhi keinginan seksual yang tak bisa tercapai

5. Selalu menginginkan aktifitas seksual yang lebih, minimal seperti yang pernah didapatnya atau malah lebih dari itu

6. Selalu ingin melakukan hal-hal yang berbau seksual

9. Lebih banyak menghabiskan waktu hanya untuk memenuhi keinginan seksual dan segala hal seputar aktifitas seksual

10. Lebih mementingkan aktifitas seksual diatas kebutuhan untuk bersosialisasi, urusan pekerjaan dan hiburan yang lainnya.


Apa yang harus Anda lakukan, jika hal itu menimpa diri Anda?

Jika
Anda merasakan beberapa hal seperti yang disebutkan di atas, maka
langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah dengan menyadari bahwa
kecanduan seksual adalah satu masalah serius yang tak akan bisa sembuh
dengan sendirinya. Anda harus melakukan beberapa langkah personal
maupun menjalani satu pengobatan dengan bantuan para ahli yang
profesional, demi kesembuhan Anda.

Biasanya, kecanduan itu
sangatlah susah untuk dirubah secara instant. Anda bisa mengurangi
tindakan miring Anda untuk sementara waktu saja dan ancaman kecanduan
itu akan masih tetap ada. Menghubungi seorang terapis profesional akan
sangat membantu Anda, untuk membantu Anda menentukan sikap demi
mencapai gaya hidup seksual yang lebih sehat.


Bagaimana jika pasangan Anda adalah seorang pecandu seks?

Jika
pasangan Anda adalah seorang pecandu seksual, Andalah yang berperan
sangat menentukan demi kesembuhannya. Tak akan ada yang bisa ’sembuh’
dari kecanduan ini dengan sendirinya, jika mereka tak mau mengakui
bahwa mereka memiliki masalah tersebut dan dengan sadar ingin segera
merubahnya.

Ingatlah, menjadi pasangan bagi para pecandu seks
sangatlah ‘menyiksa’ dan ‘membingungkan’. Jadi, jika Anda tak bisa
mengatasinya seorang diri, carilah orang yang ahli di bidang itu dan
meminta bantuannya.

Jadi, marilah kita mulai gaya hidup seksual
kita senormal dan sesehat mungkin, serta meningkatkan sisi keimanan
kita, dari sekarang!

Wallahua’lam

sumber : megasutra

Artikel berkaitan

Comments

Leave a Reply





This blog uses the CommentLuv plugin which will try and parse your sites feed and display a link to your last post, please be patient while it tries to find it for you.