Teruja dengan akhir cerita penyihir remaja Inggeris Harry Potter? Awas, jangan klik sembarangan link. Sebuah virus kedapatan tengah mencuba memusnahkan maniak Harry Potter untuk menjangkiti komputer.
Adalah W32/Hairy-A, worm yang menyamar sebagai salinan novel tersohor Harry Potter and the Deathly Hallows, yang sedianya akan dikeluarkan pada 21 Julai
Sekali dijangkiti komputer, virus ini akan mengklon diri menjadi sebuah file attachment di USB memory drives. Dengan cara ini, virus dengan mudah menginfeksi komputer lain.
Mereka yang komputernya telah dijangkiti virus ini akan menemui file bertajuk “HarryPotter-TheDeathlyHallows.doc”. File tersebut berisi pesan: “Harry Potter is dead”.
Tak sampai disitu saja, virus tersebut juga akan membuat beberapa user Windows baru di komputer mangsanya dengan nama-nama karakter yang menghiasi buku karangan J.K. Rowlings itu, termasuk Harry Potter, Hermione Grainger dan Ron Weasley.
Bagi yang mencuba login dengan menggunakan user baru tersebut, akan muncul sebuah pesanan dari Lord Voldemort dengan bunyi: “Read and repent, the end is near, repent from your evil ways O Ye folks lest you burn in hell . . . JK Rowling especially”.
Pengguna yang sudah dijangkiti virus ini dan membuka browser Internet Explorer (IE) akan dialihkan ke situs Amazon.com yang menjual buku palsu Harry Putter and the Chamber of Cheesecakes.
“Banyak yang menanti-nanti akhir misteri petualangan Harry Potter, dan ada ancaman berbahaya yang diseludup yang memungkinkan USB flash drive menjadi auto-run dan terinfeksi worm ini,” kata Graham Cluley, senior konsultan teknologi perusahaan keselamatan iinternet Sophos.
“Worm semacam ini, yang merebak dan memusnahkan komputer tanpa izin, adalah tindakan jenayah,” katanya lagi, seperti dikutip dari news.com.au, Sabtu (30/6/2007).
Sophos juga memperingatkan akan adanya tren penyebaran virus yang meningkat dimana pembuat malware menyebarkan kode jahat mereka via USB yang populer digunakan untuk memindahkan file.
Pengguna diingatkan untuk rajin-rajin memeriksa root directory USB mereka terhadap kemungkinan terinfeksi virus Harry Potter sebelum menjalankan aplikasi atau menggunakan USB tersebut di komputer lain.
Sumber: Detik Portal